Tampilkan postingan dengan label Teknik Komputer dan Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Komputer dan Jaringan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2016

FileSystem Hierarchy Standard (FHS)

FileSystem Hierarchy Standard (FHS)

Didalam Linux file system yang ada didalamnya yaitu / (root) yang tersusun pada suatu pohon (hirarki). Root menjadi direktori utama dalam susunan file sistem di Linux, yang gunanya sebagai direktori yang menampung semua file yang berada di sistem linux.


 FHS atau Filesystem Hierarchy Standard inilah yang menjadi standar file sistem di Linux. Awalnya namanya bukan FHS tetapi  FSSTND atau FileSystem hierarchy STaNDard. Proses pengembangan FSSTND dimulai pada bulan Agustus 1993, dengan cara merestrukturasi struktur file dan direktori Linux. FSSTND ini dirilis tanggal 14 Februari 1994. Revisi berikutnya dirilis tanggal 9 Oktober 1994 dan 28 Maret 1995.

Pada awal tahun 1996, tujuan pengembangan versi FSSTND lebih komprehensif, tidak hanya Linux, tetapi Unix-like system yang diadopsi dengan bantuan komunitas pengembangan BSD. Dengan ini nama FSSTND dirubah menjadi lebih pendek yaitu FHS.

FHS dikelola oleh free standards group, sebuah organisasi non profit yang terdiri dari perangkat lunak utama dan vendor hardware seperi HP, IBM dan DELL. Namun sebagian besar distribusi Linux yang dikembangkan oleh anggota Free Standar Group tidak mengikuti standar yang diusulkan. Kebanyakan direktori yang dibuat oleh para editor FHS seperti /media/ dan /srv/, tidak melihat penggunaan luas. Beberapa sistem Unix dan Linux break mendukung pendekatan yang berbeda seperti di Gobo Linux.

Struktur Direktori:
Semua direktori ada dibawah direktori utama atau / (root). 
  • /bin/ = perintah paling executable untuk semua pengguna (misal: cat, ls, cp) terutama file yang dibutuhkan untuk boot atau menyelamatkan sistem
  •  /boot/ = boot loader, kernel, dan initrd files.
  • /dev/ = perangkat file misal: /dev/null
  •  /etc/ = host-spesific seluruh sistem konfigurasi
  • /home/ = pengguna home direktori
  • /lib/ =  Library untuk binari /bin/ dan /sbin/ (library yang dibutuhkan untuk boot atau menyelamatkan sistem).
  • /lost+found/ = beberapa file dan fragmen yang ditemukan sebelum fsck (bukan bagian dari FHS)
  • /mnt/ = file system mount sementara
  • /media/ = mount point untuk removable media seperti CD-ROM (muncul di FHS 2.3)
  • /opt/ = perangkat lunak aplikasi yang berbasis add-on 
  • /proc/ = File system virtual mendokumentasikan status kernel dan proses 
  • /root/ = direktori home untuk user root
  • /sbin/ = sistem administrasi binari (misal: init, route, ifup) 
  • /tmp/ = file sementara
  • /usr/ 
  • /var/  = variable data seperti log, database, website dll.
SEMOGA BERMANFAAT ... 

Sumber : http://2010046-if-unsika.blogspot.co.id/2012/10/filesystem-hierarchy-standard-fhs.html

Senin, 14 September 2015

setting membangun jaringan Ad Hoc

Setting Jaringan Ad Hoc


Membuat Jaringan Ad Hoc( Wireless), Blootoeth, WiFi, IRD



Mungkin sebagian dari kita masih awam tentang jaringan Ad Hoc ini. Jaringan Ad Hoc itu sendiri adalah jaringan dua buah atau lebih komputer dengan menggunakan gelombang wifi dengan menjadikan salah satu komputer sebagai access pointnya. Dalam hal ini, komputer kita harus memiliki perangkat Wireless.

Disini kita akan membangun jaringan Ad Hoc pada Windows Vista.
Langkah2nya adalah sebagai berikut :
Isikan terlebih dahulu IP address yang dijadikan sebagai access point dengan memilih menu Network pada Start Menu.
Pada Network Sharing Center pilih link Manage Network Connections.
Setelah masuk Network Connection klik kanan pada Wireless Network Connection.
Pada Wireless Network Connection Properties, pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/Ipv4) lalu klik command button Properties.
Isikan IP Address pada Internet Protocol Version 4 (TCP/Ipv4) Properties (Misal IP Kelas C 192.168.2.1 SM. 255.255.255.0) kemudian pilih OK.
Untuk memulai settingannya, klik Start Menu, Klik Kanan Network kemudian pilih Properties pada pop up menu.
Pada Network and Sharing Center, pilih Set up a connection or network
Pada dialog Set up a connection or network pilih Set up wireless ad hoc (computer to computer) network kemudian Next
Pilih Next pada informasi mengenai jaringan ad hoc
Isikan nama jaringan ad hoc Anda, kemudian isikan tipe pengamanan. Bisa berupa WEP dengan memasukan kata kunci pada textbox security key/Passphrase, ataupun bisa Open (tanpa kata kunci). Kemudian pilih Next
Access point jaringan ad-hoc pada Windows Vista telah selesai dibuat, untuk mengakses access point ini dari komputer lainnya (Windows Vista) bisa dengan memilih Start Menu, kemudian pilih Connect to (dengan mengisikan IP Address pada Wireless NIC dengan class yang sama terlebih dahulu, misal 192.168.2.2)
Kemudian pilih Access Point yang telah dibuat di komputer telah dibuatkan access point tadi. Isikan network key seandainya access point tersebut mempunyai Network Authentication selain shared dan Open

Membangun Jaringan Ad Hoc

Pada mode Ad-Hoc ini, untuk melakukan interaksi dengan komputer lain, semua
komputer yang akan dihubungkan harus memiliki wireless adapter atau untuk Laptop
memiliki fasilitas Wi-Fi . Salah satu komputer pada mode ini dijadikan SSID Broadcaster.

Berikut adalah langkah-langkah instalasi dan konfigurasinya pada salah satu komputer yang ingin dijadikan SSID broadcaster :

1. Aktifkan Wireless adapter masing – masing komputer yang akan dihubungkan dengan jaringan

2. Klik kanan pada icon Network Wireless Connection, lalu pilih View Available Wireless Networks.

3. Klik Change the order preferred Network.

4. Klik Add pada kolom Preferred Network, lalu ketikkan Nama Network yang akan digunakan pada kolom Network Name.

5. Klik Ok

6. Klik refresh Network list maka akan muncul koneksi Ad-Hoc dengan nama SSID Ad Hoc.

7. Kemudian pilihlah opsi Change advance setting. Klik 2 kali pada opsi internet
protoco(TCP/IP).

8. Kemudian setting pada masing masing komputer dengan IP address yang berbeda dengan aturan 192.168.1.xxx dengan xxx adalah sesuai angka yang diharapkan dalam range 1s/d 254. misal (192.168.1.65)

9. tentukan Subnet mask-nya dengan 255.255.255.0 untuk membentuk jaringan lokal. Kosongkan gateawaynya

10. klik ok untuk verifikasi.

11. Tes koneksi dengan command PING pada command prompt,bila terhubung maka computer komputer tersebut siap berkomunikasi dalam jaringan Ad-Hoc secara Pear to pear.

Selasa, 16 September 2014

perangkat jaringan


MACAM-MACAM PERANGKAT JARINGAN BESERTA FUNGSINYA

Macam-macam perangkat jaringan Komputer

1. Ethernet Card

Ethernet card atau Network Interface Car (NIC) atau LAN Card adalah perangkat yang berfungsi sebagai media penghubung antara komputer dengan jaringan luar. Pada Ethernet card terdapat beberapa jenis port, diantaranya port BNC (Barrel Nut Connector atau Bayonet Net Connector) dan RJ-45, namun untuk sekarang ini yang sering dipakai adalah port rj45

2. Hub dan Switch

Hub dan Switch adalah perangkat Konsentrator yaitu perangkat yang digunakan untuk menyatukan kabel-kabel dari workstation, server, atau perangkat host lainnya. Biasanya konsentrator ini digunakan pada jaringan dengan topologi star. Sebagai konsentrator, switch mempunyai kemampuan lebih lebih diabnding Hub.


3. Repeater

Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal yang melemah karena melewati media transmisi yang panjang. Cara kerja repeater ini dengan cara menerima sinyal dari satu segmen kabel kemudian memancarkan kembali sinyal tersebut dengan kekatan yang sama dengan sinyal aslinya, sehingga jarak transmisi atau kabel dapat diperpanjang.


4. Bridge

Fungsi dari bridge hampir sama dengan repeater, tetapi bridge mampu menghubungkan antar jaringan yang menggunakan transmisi berbeda. Misalnya, jaringan ethernet baseband denagn ethernet broadband. Bridge dapat pula menghubungkan jaringan yang menggunakan tipe kabel berbeda ataupun topologi yang berbeda. Bridge dapat mengetahui alamat ip setiap komputer pada tiap-tiap jaringan.


5. Router

Router merupakan perangkat khusus yang digunakan untuk menangani kenektivitas antara dua jarinagn atau lebih yang terhubung melalui paket switching. Cara kerja router dengan melihat alamat asal dan alamat tujuan dari paket yang melewatinya kemudian router memutuskan rute yang akan dilewati paket tersebut untuk sampai ke tujuan. Router mengetahui alamat masing-masing komputer dilingkungan jaringan lokalnya, mengetahui alamat bridge, dan router lainnya.


6. Modem

Modem atau modulator-demodulator merupakan perangkat yang berfungsi merubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Secara umum digunakan untuk memperoleh koneksi internet baik menggunakan kabel telepon maupun sinyal mobile.

Selasa, 09 September 2014

Topologi Jaringan

                                            Topologi jaringan

   Topologi Jaringan adalah halyang menjelaskan hubungan geometris antara unsur unsur dasar penyusunan jaringan yaitu node link stsion topologijaringan dapat dibagi menjadi enam kategori utama seperti dibawah ini;
1)Topologi Cincin
2)Topologi Bintang
3)Topologi Bus
4)Topologi Jala
5)Topologi Pohon
6)Topologi LInear
     Setiap jenis topologi diatas masing masing memiliki kekurangan dan kelebihan .pemiihan topollogi jaringan didadasarkan pada skala jaringan,biaya tujuan dan penggunan  topologi-topologi ii sering kita temui dikehidupan sehari-hari,namun kita tidak menggetahui topologi pertama yang digunakan adalah topologi bus,semua topologi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

1. Topologi Bus


Pada Topologi ini digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel Pusat dimana seluruh Workstation dan Server dihubungkan. Merupakan Topologi fisik yang mengunakan Kabel Coaxial dengan mengunakan T-Connector dengan terminal 50 omh pada ujung Jaringan. Topologi Bus mengunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.

Keuntungan :
  • Hemat kabel
  • Layout kabel sederhana
  • Mudah dikembangkan
Kerugian :
  • Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
  • Kepadatan lalu lintas
  • Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi
  • Diperlukan repeater untuk jarak jauh
2. Topologi Token Ring (Cincin)


Di dalam Topologi Ring semua Workstation dan Server dihubungakn sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap Workstation atau Server akan menerima dan melewatkan Informasi dari satu komputer ke komputer yang lainnya, bila alamat-alamat yang di maksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan di lewatkan.

Keuntungan :
  • Hemat Kabel
Kerugian :
  • Peka kesalahan
  • Pengembangan jaringan lebih kaku
3. Topologi Star
 


Pada Topologi Star, masing-masing Workstation dihubungkan secara langsung ke Server atau Hub/Swich. Hub/Swich berfungsi menerima sinyal -sinyal dari komputer dan meneruskannya ke semya komputer yang terhubung dengan Hub/Swich tersebut. Jaringan dengan Topologi ini lebih mahal dan cukup sulit pemasangannya . Setiap komputer mempunyai kabel sendiri-sendiri sehingga lebih mudah dalam mencari kesalahan pada jaringan. Kabel yang digunakan biasanya menggunakan Kabel UTP CAT5.

Keuntungan :
  • Paling fleksibel
  • Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
  • Kontrol terpusat
  • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
  • Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian :
  • Boros kabel
  • Perlu penanganan khusus
  • Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
 4. Topologi Mesh



Jaringan dengan Topologi Mesh mempunyai jalur ganda dari setiap peralatan di jaringan komputer. Semakin banyak komputer yang terhubung semakin sulit untuk pemasangan kabelnya. Karena itu, Topologi Mesh yang murni, yaitu setiap peralatan dihubungkan satu dengan yang lainya.

Kelebihan :
  • Jika ingin mengirimkan data ke komputer tujuan, tidak membutuhkan komputer lain (langsung sampai ke tujuan)
  • Memiliki sifat robust, yaitu : jika komputer A mengalami gangguan koneksi dengan komputer B, maka koneksi komputer A dengan komputer lain tetap baik
  • Lebih aman
  • Memudahkan proses identifikasi kesalahan
Kelemahan :
  • Membutuhkan banyak kabel
  • Instalasi & konfigurasi sulit
  • Perlunya space yang memungkinkan
 5. Topologi Hybrid


Hybrid Network adalah Network yang dibentuk dari berbagai Topologi dan Teknologi. Sebuah Hybrid Network mungkin sebagai contoh, diakibatkan oleh sebuah pengambilan alihan suatu perusahaan. Sehingga, ketika di gabungkan maka teknologi-teknologi yang berbeda tersebut harus digabungkan dalam network Tunggal. Sebuah Hybrid metwork memiliki semua Karakteristik dari topologi yang terdapat dalam jaringan tersebut.

Karena topologi ini merupakan gabungan dari banyak topologi, maka kelebihan / kekurangannya adalah sesuai dengan kelebihan/kekurangan dari masing-masing jenis topologi yang digunakan dalam jaringan bertopologi Hybrid tersebut.

6. Topologi Peer-to-peer Network

 
Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat
mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.
Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin membeli komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai.